Melayani Anda sesuai syariah dan sunnah dengan biaya terjangkau

Melayani Anda sesuai syariah dan sunnah dengan biaya terjangkau

Pahlawan di Era Pandemi

Kategori : Artikel, Features, Ditulis pada : 30 November 2020, 04:29:06

Apakah pahlawan? Menurut pengertian yang bersumber dari Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), salah satu arti kata pahlawan adalah orang yang menonjol karena keberanian dan pengorbanannya dalam membela kebenaran. Sementara, ketika dilihat dari pemahaman banyak orang secara umum, rata-rata semua sepakat, bahwa "Pahlawan" adalah orang-orang yang terpilih dan telah terbukti berjasa besar bagi negara ini, dengan mengorbankan segala sesuatu yang dipunyai demi kepentingan bangsa dan negara.

Lantas, siapakah pahlawan di era pandemi ini? Mereka adalah orang-orang yang telah mengorbankan segala sesuatu demi penanganan wabah Covid-19, mulai dari pencegahan penyebaran sampai kepada penanggulangan akibat Covid-19, diseluruh aspek, dengan memperhatikan kepentingan masyarakat.

Selama masa pandemi, banyak dari mereka yang tidak pulang ke rumah sendiri, selain karena tidak ingin keluarga mereka tertular Covid-19, juga karena tidak ada waktu yang bisa mereka gunakan karena habis oleh pelayanan kesehatan yang diberikan kepad apasien yang jumlahnya terus bertambah, Bahkan dalam pelayanan, mereka juga bisa mengorbankan nyawa mereka sendiri, oleh sebab mereka sangat berpotensi besar terdampak Covid-19 secara langsung dari pasien. Semua itu mereka lakukan dan relakan, karena semata-mata demi mengutamakan kesehatan pasien, seperti yang tertulis dalam sumpah mereka.

Aparat keamanan juga pahlawan. Dalam pembatasn sosial berskala besaryang disertai dengan imbauan pemerintah untuk beraktivitas dari rumah, ada kemungkinan terjadi peningkatan kriminalitas di lapangan. 

Hal ini dilakukan oleh mereka yang mengalami pemutusan hubungan kerja karena perusahaan tempat mereka bekerja terkena dampak Covid-19, sehingga harus menghentikan aktivitasnya. Merka yang tidak bekerja ini, pastinya akan melakukan segala sesuatu demi mempertahankan kelangsungan hidupnya, tidak terkecuali melakukan tindakan kriminal.

Disinilah, aparat kemanan hadir sebagai pahlawan, karena telah mengorbankan waktu dan tenaga mereka lebih ekstra untuk menjaga kemanan dan kondusivitas situasi di lapangan, yang berpotensi terganggu karena tindakan kriminalitas. Selain itu, potensi keselamatan diri juga mereka pertaruhkan ketika menghadapi tindakan kriminalitas yang terjadi.

Pahlawan berikutnya adalah masyarakat yang mematuhi protokol kesehatan. Merkea juga bagian dari pahlawan kemanusiaan. Seperti yang dikatakan Ketua Satuan Tugas Penangan Covid-19, Doni Monardo, bahwa masyarakat yang patuh menerapkan protokol kesehatan sesungguhnnya merupakan bagian dari pahlawan kemanusiaan, karena selain melindungi diri sendiri, juga melindungi orang lain dari kemungkinan paparan virus corona.

"Ketika kita bisa saling melindungi datu sama lainnya, sesungguhnya kita telah menjadi bagian dari pahlawan-pahlawab kemanusiaan." kata Doni secara virtual dalam acara Ubah Prilaku Cegah Covid-19 disalah satu stasiun televisi, di Jakarta.

Ada lagi kriteria seseorang yang berhak menyandang sebagai pahlawan, yaitu mereka yang mau belanja. Shopping, mungkin dulu identik dengan konsumenrisme, pemborosan atau berfoya-foya. Akan tetapi saat ini, belanja bisa menjadi salah satu solusi yang dibutuhkan masyarakat dan negara untuk bertahan.

Benar dan merupakan hal wajar jika banyak diantara kita berpikir, kini saatnya menabung, berjaga-jaga jika situasi memburuk. Betul, meski juga ada resikonya. Jika semua orang bepikir demikian, justru situasi menjadi buruk karena uang disimpan tanpa ada aktivitas jual beli. Tidak ada yang belanja berarti banyak usaha akan mati, lebih banyak orang akan kehilangan pekerjaan karena pimilik usaha tidak mampu membiayai biaya operasional.

Jika pada krisis moneter 1998 penyelamat krisis adalah UKM yangtidak terimbas parah, kini dimasa Pandemi ini UKM menjadi korban pertama.Sebagian besar pengusahan tidak memiliki tabungan, tidak ada dana cadangan dan semua habis entah karena berbulan tidak bisa membuka toko tidak ada pemasukan yang disebabkan tidak adanya pembeli. 

Bagaimana menyelamatkan mereka? Salah satunya dengan berbelanja, Khususnya mereka, deret individu yang sejauh ini mampu bertahan dan melewati pandemi tanpa kesulitan berarti. Mereka yang mungkin masih bisa ditopang gaji atau dana tabungan atau kelompok yang justru mendapat keuntungan lebih dimasa pandemi ini. Kelompok inilah yang harus menjadi pelopor untuk memastikan roda ekonomi terus berjalan.*//

messenger icon
messenger icon Chat Dengan Kami
built with : https://erahajj.co.id