Melayani Anda sesuai syariah dan sunnah dengan biaya terjangkau

Melayani Anda sesuai syariah dan sunnah dengan biaya terjangkau

Tips Saat Berada di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi

Kategori : Umrah, Tips, Ditulis pada : 06 Desember 2020, 08:07:38

Menunaikan ibadah haji dan umrah pasti menjadi momen yang sangat dinanti-nantikan oleh kaum muslimin. Selain melaksanakan rukun umrah, banyak kesempatan memaksimalkan ibadah lain seperti sholat fardhu dan sholat sunnah. Apalagi, masjid yang dikunjungi adalah masjid yang bisa dibilang istimewa, yaitu Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Pastinya berlipat ganda pahalanya ketika mengerjakan ibadah di masjid tersebut.

Sewaktu di tanah air, aktivitas pergi ke masjid jadi hal yang lumrah. Akan tetapi, menjadi tidak biasa ketika Anda berada di baitullah. Terdapat beberapa hal khusus yang harus Anda perhatikan sebelum berangkat ke masjid, baik itu ke Masjidil Haram ataupun Masjid Nabawi. Bayangkan, ada ribuan bahkan jutaan orang yang menunaikan ibadah di kedua masjid tersebut ketika musim haji dan umrah.

9.jpg

Photo by Mseesquare Shahiq on Unsplash

Nah, jangan sampai peluang Anda untuk memaksimalkan ibadah jadi terhambat karena kurangnya pengetahuan atau tips seputar cara beribadah di masjid saat berada di Baitullah. Yuk, kita simak beberapa tips ketika berada di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi berikut!

Perhatikan Waktu Ketika Masjid Buka

Hal pertama yang harus Anda ketahui adalah waktu masjid dibuka. Anda bisa mengantisipasi untuk datang lebih awal, sebelum masjid dibuka. Berangkatlah minimal sepuluh menit jelang adzan berkumandang. Hal ini untuk mengantisipasi kemungkinan berdesak-desakan dengan orang lain, saat masuk Masjidil Haram ataupun Masjid Nabawi.

Jika Masjid Nabawi, pintu telah mulai dibuka 1 jam jelang adzan subuh dikumandangkan. Kecuali pada bulan Ramadhan, masjid dibuka selama 24 jam. Pintu masuk bisa lebih padat menjelang jam sholat.

Perlu Anda ketahui, pintu masuk di Masjid Nabawi terbagi menjadi dua, jadi dibedakan pintu masuk antara jamaah laki-laki dan perempuan. Jangan sampai tertukar, ya! Hal ini agak berbeda dengan Masjidil Haram, yang pintu masuknya bercampur antara pria dan wanita. Dengan memperhatikan detail seperti ini akan memudahkan bagi Anda ketika hendak memasuki area masjid.

Ketahui Letak Tempat Berwudhu

Sebaiknya, Anda sudah dalam keadaan suci sebelum masuk area masjid. Anda bisa menyisihkan waktu untuk wudhu dari hotel tempat Anda menginap. Meskipun, Anda juga dapat dengan mudah menjumpai tempat-tempat wudhu di seputaran masjid.

Upayakan agar Anda bisa menjaga wudhu selama berada di dalam masjid. Karena, ketika Anda sudah berada di area dalam masjid, terutama Masjidil Haram, pastinya sudah ramai dengan jamaah yang juga bersiap untuk shalat berjamaah. Ini juga agar Anda tidak perlu bolak-balik ke kamar mandi.

Terutama bila Anda ingin shalat di shaf pertama dekat dengan Ka’bah. Sayang bukan, jika Anda harus meninggalkan tempat lagi ketika sudah menempati posisi shaf depan yang cukup dekat dengan Ka’bah?

Amankan Sandal dan Bawa Alat Sholat

Berbeda dengan sholat di Masjid di Indonesia yang mengharuskan lepas alas kaki di pelataran masjid, Anda diharuskan merawat sendiri alas kaki yang Anda bawa. Siapkan tempat khusus untuk alas kaki Anda saat memasuki kawasan Masjidil Haram maupun Masjid Nabawi. Misalnya, dengan membawa kantong atau tas kecil untuk menaruh sandal. Kemudian Anda bisa bebas membawanya ke dalam masjid, atau meletakkannya di tempat yang tersedia.

Nah, Anda juga harus membawa alat sholat Anda sendiri. Misalnya sajadah atau tasbih yang biasa Anda gunakan untuk beribadah. Upayakan tidak pinjam meminjam peralatan sholat meski dengan teman sesama jamaah, supaya tidak kerepotan dan lebih tenang selama beribadah. Jangan ribet, agar tak kehilangan waktu atau momen beribadah saat di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.

Sebelum Keluar Dari Masjid

Serupa ketika sebelum masuk Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, Anda diajurkan untuk menunggu sejenak hingga situasinya relatif kondusif untuk meninggalkan masjid. Biasanya, orang-orang berebut untuk cepat keluar dari masjid hingga berdesak-desakan. Untuk mengantisipasinya, tunggu sepuluh sampai 15 menit setelah selesai shalat berjamaah sampai lebih longgar.

8.jpg

Photo by Amien Taryamin on Unsplash

Anda dapat menggunakan acuan Menara Zam-zam untuk mengetahui letak pintu masuk dan keluar Masjidil Haram. Ingat untuk menyiapkan alas kaki yang telah Anda bawa di kantong sandal ketika keluar masjid. Usahakan selalu berada bersama rombongan jamaah Anda supaya tidak tersesat kembali ke penginapan.

Jika Anda Tersesat

Mengingat begitu luas Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, ada kemungkinan bila Anda terlepas dari rombongan atau tersesat. Jika Anda mengalami hal ini, tidak perlu bingung, karena jika Anda panik akan semakin membuat Anda tidak fokus pada tujuan.

Apabila Anda kesasar sewaktu di Kota Makkah, hal pertama yang dapat Anda lakukan adalah menuju ke Masjidil Haram, lalu cari pintu masuk nomor 1 King Abdul Aziz Gate. Jika Anda tersesat di Kota Madinah, maka tunggulah di pintu masuk Masjid Nabawi.

Kenapa harus menunggu di pintu masuk masjid? Ya, sebab di tempat itulah banyak jamaah yang keluar masuk dan memberikan kesempatan bagi Anda berjumpa dengan jamaah asal Indonesia. Anda dapat bertanya atau meminta pertolongan agar diarahkan ke rombongan Anda.

Nah, itulah beberapa tips saat berada di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Anda pasti merasa beruntung bisa memperoleh kesempatan berkunjung ke dua masjid yang diistimewakan ini. Apalagi banyak sekali kelebihan yang bisa Anda dapatkan, salah satunya bisa memanjatkan doa di tempat-tempat yang mustajab contohnya berdoa di Hijir Ismail dan Raudhah. Selamat beribadah!

messenger icon
messenger icon Chat Dengan Kami
built with : https://erahajj.co.id