Melayani Anda sesuai syariah dan sunnah dengan biaya terjangkau

Melayani Anda sesuai syariah dan sunnah dengan biaya terjangkau

Perhatikan Hal Berikut Agar Tidak Tersesat di Masjidil Haram

Kategori : Umrah, Tips, Haji, Ditulis pada : 30 April 2021, 20:50:11

Hal yang tak jarang dialami oleh para jamaah saat di tanah suci, persisnya di Masjidil Haram adalah tersesat atau terpisah dari rombongan jamaah. Hal ini disebabkan banyaknya pintu masuk Masjidil Haram yang membuat Anda bingung saat keluar masuk Masjidil Haram lewat pintu yang mana. Membludaknya jumlah jamaah yang ada di Masjidil Haram saat musim haji dan umrah juga menjadi penyebab.

Nah, ada 6 tips yang dapat Anda kerjakan supaya tak tersesat ketika berada di Masjidil Haram. Perlu Anda ingat, pertama Anda tak perlu panik agar bisa berfikir jernih untuk bertemu rombongan Anda kembali. Berbagai persiapan perlu Anda siapkan agar bisa mengatasi hal ini.

11.jpg

Photo by Ömer F. Arslan on Unsplash

Berikut ini tips lengkap supaya Anda tidak tersesat waktu berada di Masjidil Haram. Simak hingga tuntas ya!

Ingat Pintu Masuk

Hal pertama yang wajib Anda lakukan adalah menghafalkan pintu masuk yang Anda lewati ketika berada di Masjidil Haram. Mengapa? Sebab di Masjidil Haram, pintu masuk bisa diakses pula sebagai pintu keluar.

Namun seringkali jamaah bingung dan tersesat karena tidak tahu harus melalui pintu mana.

Sebagai informasi, ada 4 pintu utama Masjidil Haram yang dapat diakses yakni: pintu King Abdullah, pintu King Abdul Aziz, pintu Fateh Gate, kemudian pintu King Fahd Gate.

terdapa sekitar 45 pintu biasa, tetapi secara keseluruah total akses memasuki wilahah Ka’bah bisa mencapai 120 akses.

Rata-rata pintu masuk di Masjidil Haram bentuknya sama. Dan terus ada kenaikan jumlahnya seiring pembangunan bangunan masjid. Jadi, bila Anda tidak ingin tersesat, sebaiknya berusaha untuk mengingat bahkan menulis nomor dan nama pintu yang dilewati.

Amati Posisi Zam-Zam Tower

Zam-zam Tower adalah bangunan yang cukup ikonik di Masjidil Haram. Bentuknya berupa bangunan yang menjulang dengan tinggi 601 meter, dengan jam besar warna hijau di bagian menaranya. Cobalah melihat ke atas agar mengetahui letak Zam-zam Tower untuk menentukan akan masuk atau keluar pintu sebelah mana.

12.jpg

Image by GLady from Pixabay

Menara yang bernama asli Abraj Al Bait ini terletak tepat di depan pintu King Abdul Aziz. Sehingga, Zam-zam Tower dapat menjadi patokan bagi Anda ketika tersesat di Masjidil Haram. Anda bisa memilih pintu King Abdul Aziz sebagai akses masuk sekaligus pintu keluar supaya tidak tersesat.

Bertanya Kepada Petugas

Terpisah dari regu tentunya membuat Anda menjadi panik dan tidak tahu harus bertanya pada siapa. Nah, kabar baiknya, terdapat petugas yang stand by 24 jam di Masjidil Haram selama musim haji yaitu Petugas Pelaksana Ibadah Haji (PPIH). Anda bisa meminta bantuan pada petugas tersebut jika Anda nyasar.

Petugas tersebut menempati empat titik di sekitar Masjidil Haram sehingga bisa dengan mudah ditemukan. Keempat titik itu adalah zona thawaf, area di antara zona thawaf dan sa’i, area berakhirnya sa’i yakni bukit Marwah dan terakhir di sekitar pintu King Abdul Aziz dekat Zam-zam Tower.

Petugas ini dapat menghubungkan Anda dengan ketua rombongan, bahkan bersedia membantu mengantarkan Anda hingga ke penginapan. Jadi Anda perlu membawa identitas diri dan nomor kontak ketua atau anggota rombongan Anda agar mempermudah pencarian.

Pergi Secara Berombongan

Masjidil Haram area yang sangat luas dibandingkan dengan masjid lainnya. Anda bisa saja berangkat sendiri ke Masjidil Haram, namun ketika Anda mengalami hal yang tidak terduga seperti kesasar, lebih aman jika Anda masih dengan rombongan meskipun cuma beberapa orang.

Selain itu, dengan adanya teman yang satu rombongan, Anda dapat berdiskusi untuk mengambil keputusan ketika tersesat. Secara psikologis, Anda juga tak akan mudah bingung, dibandingkan ketika tersesat sendirian.

Membuat Kesepakatan Titik Kumpul

Membuat kesepakatan titik kumpul ini biasa dilakukan oleh ketua rombongan. Anda dapat mencatat di mana tempat yang disepakati untuk berkumpul saat keluar dari Masjidil Haram bersama-sama. Penentuan lokasi sebaiknya memilih tempat-tempat yang tidak sulit ditemukan, contohnya di dekat lampu hijau tempat dimulai dan berakhirnya thawaf atau bisa juga di sekitar pintu King Abdul Aziz.

Membawa Alas Kaki

Karena takut ketinggalan kawan satu rombongan, hal yang sering dilupakan para jamaah adalah keluar dari Masjidil Haram tanpa menggunakan alas kaki. Hal ini bisa berbahaya, karena kaki bisa melepuh.

Jadi, ingat untuk selalu menyiapkan alas kaki dalam kantong sandal yang dapat dibawa kemana-mana agar tidak bingung mencari alas kaki. Juga menghindari dari resiko ketinggalan rombongan yang menyebabkan Anda tersesat.

sandals-342672_1280.jpg

Image by Leonardo Valente from Pixabay

Nah, itulah beberapa tips yang bisa Anda terapkan agar tidak kesasar ketika di Masjidil Haram. Selain itu, ada beberapa hal yang bisa Anda persiapkan untuk mengantisipasi saat Anda benar-benar mengalami hal seperti ini. Antara lain

  • Membawa catatan nomor kontak ketua rombongan yang dapat dihubungi. Agar bisa Anda perlihatkan kepada petugas untuk menemukan kembali rombongan Anda.
  • Biasakan selalu menyertakan kartu identitas diri Anda yang lengkap di tas selempang kecil. Hal ini memudahkan Anda menunjukkan ke petugas yang membantu Anda ketika tersesat agar menemukan kembali rombongan Anda.
  • Terakhir, mencatat nama hotel tempat Anda menginap saat di Tanah suci. Anda bisa saja lupa jika hanya mengingat nama hotel yang Anda tempati. Berbeda ketika Anda mencatatnya secara khusus di buku. Jadi setidaknya Anda bisa bertanya agar bisa pulang ke hotel ketika tersesat.

Itulah tips lengkap agar Anda tak tersesat di Masjidil Haram. Tentunya, kita tak mengharap akan mengalami kejadian tersebut. Namun, setidaknya Anda bisa mengantisipasi dan siap mengatasi kejadian seperti ini. Semoga ibadah haji dan umrah Anda berjalan lancar.

messenger icon
messenger icon Chat Dengan Kami
built with : https://erahajj.co.id