Sumber Informasi Anda

Malaysia Raih Penghargaan Haji Terbaik 2026 dari Arab Saudi, Ini Faktor Utamanya

Malaysia menjadi salah satu negara yang mendapat penghargaan Labbaytum Award 2026. Ternyata, ini yang menjadi penyebab Negeri Jiran itu bisa meraih penghargaan bergensi haji dari Arab Saudi itu.
Dilansir dari New Straits Times (NST), penghargaan bergengsi ini diserahkan oleh Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi kepada Misi Haji Malaysia di bawah Lembaga Tabung Haji. Negara tetangga ini mendapatkan Labbaytum Diamond Award 2026 sebagai pemilik salah satu sistem manajemen haji terbaik di dunia.

“Ini juga membuktikan bahwa sistem manajemen haji Malaysia telah menjadi patokan (benchmark) global,” ujar Menteri Urusan Agama Malaysia, Dr Zulkifli Hasan, dikutip Senin (8/6/2026). Lantas, apa yang membuat manajemen haji Malaysia dinilai begitu baik hingga sukses memenangkan penghargaan tertinggi tersebut? Zulkifli mengungkapkan, kunci utama keberhasilan ini terletak pada perencanaan dan pelaksanaan operasi haji yang sangat cermat oleh Tabung Haji (TH). Mereka melakukan persiapan komprehensif yang mencakup setiap detail perjalanan jemaah.

Baca : Inilah Kunci Sukses Ibadah Haji 2026 oleh Saudia yang Dipuji dan Diakui Dunia

Beberapa aspek operasional mumpuni yang diterapkan Malaysia meliputi:

1. Kursus pelatihan pra-keberangkatan yang terstruktur bagi jemaah.
2. Ketepatan manajemen penerbangan dan logistik.
3. Kualitas akomodasi dan layanan makanan (katering) yang terjamin.
4. Pengaturan sistem keamanan yang ketat demi keselamatan jemaah.

“Persiapan komprehensif ini memastikan kenyamanan dan kemudahan yang lebih besar bagi para jemaah Malaysia selama mereka tinggal di Tanah Suci,” kata Zulkifli.

Tidak hanya soal logistik, Malaysia juga dinilai unggul berkat terobosan inovatif mereka yang ramah lingkungan melalui inisiatif Green Haj. Inovasi ini berfokus pada keberlanjutan lewat program daur ulang pakaian ihram serta bahan-bahan lain yang dapat digunakan kembali. Selain itu, jemaah Malaysia berhasil menarik perhatian publik dan otoritas di Tanah Suci karena tingkat kedisiplinan dan organisasi mereka yang rapi, terutama dalam menerapkan kampanye menjaga kebersihan lingkungan. Atas dedikasi luar biasa ini, Zulkifli turut menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh personel TH dan petugas kesehatan dari Kementerian Kesehatan Malaysia.

Mengenal Labbaytum Award dan Indikator Penilaiannya

Labbaytum Award belakangan memang ramai diperbincangkan. Dalam kolomnya di detikHikmah, Direktur Penerangan Agama Islam Kementerian Agama RI (yang pernah menjabat sebagai Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri Kemenag RI tahun 2025), Muchlis M. Hanafi, menjelaskan bahwa ajang ini merupakan apresiasi tahunan yang diinisiasi Arab Saudi. Hal itu sejalan dengan Visi Saudi 2030 dan Program Khidmat Dhuyufirrahman sejak 2018.

Baca : Hijriah atau Hijriyah, Penulisan Mana yang Benar Berdasarkan KBBI?

Malam penghargaan untuk musim haji tahun ini digelar pada 14 Zulhijah 1447 H atau bertepatan dengan 1 Juni 2026. Selain Malaysia, negara lain seperti Irak, Turki, Aljazair, Yordania, dan China juga sukses membawa pulang penghargaan sesuai kategori masing-masing.

Menurut Muchlis, Arab Saudi kini menilai keseluruhan ekosistem tata kelola haji, bukan hanya hasil akhir berupa tingkat kepuasan jemaah. Penghargaan ini menunjukkan sejauh mana sebuah negara mampu beradaptasi dengan sistem layanan haji modern yang diterapkan Arab Saudi, termasuk dalam aspek digitalisasi, integrasi layanan, kepatuhan regulasi, hingga manajemen mutu berbasis data.

Lihat : DARI PINJAM 5 JUTA SAMPAI BIKIN VIRAL

YouTube video

Mari Wujudkan Umroh Impian Anda

  • Tanya Program Umroh
  • Tanya Program Kemitraan
  • Hubungi Kami
× Send
Scroll to Top